Celebrithink.com – Lagi sering lihat di story Instagram atau FYP TikTok orang-orang main tenis di lapangan kaca yang lebih kecil? Yup, itu namanya Padel. Olahraga ini emang lagi booming banget di kota-kota besar kayak Jakarta dan Bali. Tapi, tahu nggak sih? Padel bukan sekadar olahraga biar kelihatan keren atau “anak Jaksel” banget.
Ternyata, olahraga yang seru dan bikin nagih ini punya manfaat medis yang nggak main-main, terutama buat penderita penyakit Parkinson. Kok bisa? Yuk, kita bedah bareng-bareng kenapa Padel itu worth it banget buat kesehatan saraf!
Apa Itu Padel dan Kenapa Seru Banget?
Buat yang belum tahu, Padel itu semacam campuran antara tenis dan skuas. Mainnya ganda (2 vs 2), lapangannya dikelilingi dinding kaca yang bisa dipakai buat mantulin bola. Karena lapangannya lebih kecil dari tenis biasa, olahraga ini jauh lebih intens tapi tetap fun buat pemula.
Manfaat Padel Buat Penderita Parkinson: Bukan Kaleng-Kaleng!
Penyakit Parkinson itu biasanya bikin penggunanya sulit gerak, gemetar (tremor), dan kehilangan keseimbangan. Nah, riset menunjukkan kalau aktivitas fisik yang melibatkan koordinasi mata-tangan dan interaksi sosial kayak Padel bisa jadi “terapi” yang efektif.
- Melatih Neuroplastisitas Otak
Main Padel butuh fokus tinggi buat nangkep arah bola yang mantul dari kaca. Aktivitas ini maksa otak buat bikin jalur saraf baru (neuroplasticity). Buat penderita Parkinson, ini bagus banget buat memperlambat penurunan fungsi motorik.
- Keseimbangan dan Koordinasi (Anti-Limbung)
Gerakan kaki yang gesit (footwork) di lapangan Padel melatih otot-otot inti dan keseimbangan tubuh. Ini ngebantu penderita Parkinson biar nggak gampang jatuh dan gerakan tubuhnya jadi lebih luwes, nggak kaku lagi.
- Boost Dopamin Lewat Interaksi Sosial
Salah satu masalah Parkinson adalah kurangnya hormon dopamin. Padel itu olahraga tim yang penuh tawa dan obrolan. Rasa senang saat main bareng teman (social bonding) otomatis menaikkan hormon dopamin secara alami. Fiks, mental jadi lebih stabil dan rasa cemas berkurang!
Olahraga Inklusif Buat Semua Usia
Padel membuktikan kalau olahraga nggak harus menyiksa. Dengan intensitas yang bisa diatur, Padel jadi pilihan inklusif—mulai dari remaja jompo sampai lansia dengan kondisi medis tertentu. Jadi, kapan kita booking lapangan?