Amad Diallo, pemain muda Manchester United, tampil gemilang dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas PAOK di Liga Europa. Gol-gol Diallo pada menit ke-50 dan ke-77 memberi Setan Merah kemenangan di laga yang berlangsung di Stadion Old Trafford. Penampilan Diallo menjadi ancaman besar bagi pertahanan PAOK sepanjang pertandingan, yang sekaligus mengakhiri rekor buruk Manchester United dalam 12 pertandingan terakhir di kancah Eropa.
Amad Diallo lahir pada 11 Juli 2002 di Abidjan, Pantai Gading. Ketika masih kecil, ia pindah ke Italia bersama keluarganya. Pada tahun 2015, Amad bergabung dengan akademi Atalanta. Bakatnya berkembang pesat, hingga pada usia 16 tahun, ia sudah berlatih dengan tim utama Atalanta. Kapten Atalanta saat itu, Papu Gomez, mengungkapkan bahwa Diallo sangat sulit dihentikan di latihan, bahkan menyamakannya dengan Lionel Messi.
Amad dikenal sebagai pemain sayap yang bisa bermain di kedua sisi lapangan atau di posisi nomor 10. Namun, ia lebih nyaman beroperasi di sayap kanan, di mana ia bisa menusuk pertahanan lawan menggunakan kaki kirinya. Sebelum pindah ke Manchester United pada Januari 2021, Diallo menjadi bagian dari tim Atalanta yang mencapai perempat final Liga Champions 2019-2020.
Ole Gunnar Solskjaer, manajer United saat itu, meminta para penggemar untuk bersabar dengan perkembangan Amad. Solskjaer mengatakan bahwa Diallo memiliki kecepatan, visi, dan kemampuan menggiring bola yang luar biasa, dan itu akan membantunya beradaptasi dengan baik di klub. Amad pun perlahan mulai menunjukkan potensinya. Hingga saat ini, ia telah mencetak 4 gol dan memberikan 3 assist dalam 35 penampilan untuk Manchester United. Diallo dianggap sebagai pemain masa depan Setan Merah yang memiliki semua atribut untuk menjadi bintang besar di klub tersebut.