Hadeging, Ini Alasan Pakualaman Konsisten Pakai Kalender Jawa

Pic by Instagram Pakualaman

Celebrithink.com – Kadipaten Pakualaman Yogyakarta siap menggelar peringatan berdirinya (Hadeging) ke-221 berdasarkan perhitungan Tahun Jawa yang jatuh pada 11 Jumadil Akhir 1739. Menariknya, penggunaan kalender Jawa ini membuat perayaan sejarah tersebut berlangsung dua kali dalam satu tahun Masehi yang sama. Momentum budaya berbasis kalender tradisional ini dialokasikan penuh sebagai ruang partisipasi publik, sementara acara penanggalan Masehi difokuskan untuk ritual internal kerabat istana.

Alasan Pakualaman Konsisten Pakai Kalender Jawa

Keputusan mempertahankan penanggalan Jawa sebagai basis utama perayaan bukan tanpa alasan. Pelindung Acara, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Indrokusumo, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga pijakan spiritual sekaligus merawat nilai sejarah luhur Kadipaten Pakualaman.

Perubahan skema perayaan tahun ini memberikan dampak positif bagi keterlibatan masyarakat luas dalam menjaga kelestarian budaya lokal:

  • Momentum Budaya Publik: Rangkaian acara berbasis kalender Jawa dibuka lebar sebagai ruang ekspresi dan partisipasi masyarakat umum.
  • Ritual Khidmat Internal: Peringatan berbasis penanggalan Masehi dikhususkan untuk ritual spiritual internal kerabat istana.
  • Dua Perayaan Se-Tahun: Perbedaan durasi hari pada kalender Jawa menciptakan fenomena unik dua kali perayaan Hadeging dalam satu tahun Masehi.

Filosofi Maklum Tema Budyawicitra Nayènggita

Peringatan Hadeging ke-221 ini mengusung tema spiritual “Budyawicitra Nayènggita” yang sarat makna. Koordinator Bidang Lomba, Mas Bekel Setyoreksoko, memaparkan bahwa tema tersebut membawa pesan mendalam: “Penghargaan terhadap keberagaman merupakan cermin keluhuran budi.”

Filosofi ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus merawat toleransi di tengah arus modernisasi yang makin dinamis. Keberagaman suku, bahasa, dan agama dipandang sebagai kekayaan bangsa yang wajib dijaga demi menciptakan keharmonisan hidup bersama.

Rangkaian Lomba dan Edukasi Budaya

Tidak hanya sekadar seremoni historis, peringatan tahun ini diramaikan dengan berbagai perlombaan edukatif yang menyasar generasi Gen Z hingga masyarakat umum. Pelibatan publik secara aktif diharapkan mampu melestarikan warisan tradisi agar tetap relevan di mata anak muda.

Berbagai kegiatan seni, edukasi, dan kompetisi budaya disiapkan untuk menyemarakkan suasana perayaan di kawasan Pakualaman. Kamu bisa mengajak teman maupun keluarga untuk menyaksikan langsung keindahan prosesi budaya khas Yogyakarta ini.

Populer video

Berita lainnya