Celebrithink.com – Dua gajah Sumatra bernama Deo dan Sinta resmi memindahkan area ‘staycation’ mereka dari Gembira Loka Zoo Yogyakarta menuju rumah baru di Tabang Zoo, Kalimantan Timur. Keputusan translokasi satwa titipan BKSDA DIY ini diambil demi menyesuaikan kapasitas fasilitas dan menjaga standar animal welfare (kesejahteraan satwa) secara maksimal. Sebelum meluncur lintas pulau, tim dokter hewan memastikan kondisi fisik kedua mamalia besar ini berada dalam status prima.
Misi Relokasi Gajah Sumatra Demi Animal Welfare
Proses translokasi satwa terlindungi seperti gajah bukan sekadar urusan memindahkan fisik satwa dari titik A ke titik B. Langkah strategis ini mengutamakan kenyamanan, ketersediaan ruang gerak, serta pemenuhan nutrisi yang ideal bagi gajah.
Setiap individu gajah Sumatra dewasa membutuhkan asupan pakan sekitar 160 hingga 180 kilogram rumput dan buah per hari. Dengan memindahkan Deo dan Sinta ke Tabang Zoo, lingkungan baru mereka dirancang lebih suportif untuk mendukung perilaku alami (natural behavior) satwa jumbo tersebut.
Pengawasan Ketat Tim Medis dan Mahout Selama Perjalanan
Perjalanan jarak jauh antarpulau berisiko memicu stres pada satwa liar. Oleh karena itu, skema pengangkutan dipersiapkan secara presisi sesuai dengan regulasi standar konservasi internasional.
Berikut tahapan penting yang dilewati Deo dan Sinta selama proses translokasi:
- Verifikasi Dokumen & Perizinan: Memastikan seluruh legalitas perizinan dari BKSDA Jawa Tengah, BKSDA DIY, hingga BKSDA Kalimantan Timur terpenuhi.
- General Health Checkup: Pemeriksaan kondisi fisik lengkap oleh tim medis Gembira Loka Zoo sebelum keberangkatan.
- Pendampingan Pakar Senior: Dokter hewan, mahout (perawat gajah), dan ahli konservasi mengawal langsung di perjalanan untuk mengontrol pasokan pakan, kecukupan air, serta tingkat stres satwa.
Proses Karantina dan Adaptasi di Tabang Zoo Kaltim
Setibanya di Tabang Zoo, Kalimantan Timur, Deo dan Sinta tidak langsung dilepas ke area utama habitat baru. BKSDA Kaltim bersama pengelola zoo lokal menjalankan SOP karantina terpadu untuk memantau kesehatan harian satwa.
Proses pemantauan pascatranslokasi meliputi penyesuaian suhu lingkungan, pola makan baru, hingga interaksi sosial bertahap dengan lingkungan sekitar. Langkah berkesinambungan ini memastikan Deo dan Sinta bisa membaur dengan nyaman di tempat tinggal barunya.