Celebrithink.com – Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-31 digelar dengan mengangkat tema “Sukacita”. YGF ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan, bukan sekadar sebagai instrumen musik melainkan ruang kebersamaan dan penyegaran batin.
Ketua Komunitas Gayam 16 Ari Wulu mengatakan, saat ini YGF terus berkembang sebagai ruang kolaborasi lintas budaya. YGF mempertemukan seniman gamelan dari Indonesia dan mancanegara. “Sudah tiga dekade menjadi wasah menjaga relevansi gamelan. YGF pun jadi ruang eksplorasi artistik baru,” ujarnya dalam jumpa pers di Loman Hotel, Senin (20/7/2020).
Wulu, sapaannya, mengatakan sejak berjalan Komunitas Gayam sendiri mengalami banyak peristiwa. Bahkan baru setelah 16 tahun berkarya dan menghelat YGF, Komunitas Gayam baru bisa punya gamelan sendiri. “Komunitas Gayam saat ini sudah memiliki badan hukum. Program saat ini sedang mendaftarkan ke Haki untuk aset-aset Sapto Raharjo sebagai pendiri komunitas. Komunitas Gayam juga sedang siapkan perpustakaan tentang gamelan dan musik eksperimental,” ungkapnya.
Ketua YGF ke-31 Lanoke Uke mengatakan, rangkaian event YGF berlangsung dari 21 Juli hingga 2 Agustus 2026. Eventnya terdiri dari lokakarya gamelan, rembug budaya, dan konser gamelan. “Konser Gamelan pada 31 Juli-2 Agustus di Plaza Ngasem, Yogyakarta,” ujarnya.