Rare Item Pro Player, AHNAFEIEI Pijit Kaki Ayah Demi Pinjaman HP

Pic by Celebrithink

Celebrithink.com – Stigma kuno yang bilang kalau hobi main game itu cuma bikin masa depan suram sepertinya sudah gak relevan lagi deh sekarang. Di era gempuran industri digital saat ini, skena kompetitif game atau esport justru menjelma jadi ladang karier baru yang sangat menjanjikan bagi generasi muda. Buktinya nyata banget! Salah satu talenta muda berbakat asal Yogyakarta, Muhammad Ahnaf Ramadhan Kurnia, atau yang akrab dengan nickname panggung AHNAFEIEI, sukses mematahkan stereotip negatif tersebut. Masih duduk di bangku SMP, ia berhasil membuktikan kalau anak daerah juga bisa bersaing ketat di panggung esport nasional.

Perjalanan Ahnaf menuju panggung Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall bareng tim Borneo Hilang Arah dipenuhi cerita yang menginspirasi sekaligus menggemaskan. Berbeda dengan pemain besar yang punya fasilitas mewah sejak awal, Ahnaf merangkak benar-benar dari nol.

Dulu, saat awal mula mengasah kemampuannya bermain Free Fire, ia belum memiliki smartphone sendiri. Alhasil, ia harus meminjam ponsel milik sang ayah. Biar diizinkan dan dipinjamkan hp, Ahnaf punya trik jitu nan berbakti, yaitu harus memijiti ayahnya terlebih dahulu sebagai “alat tukar” agar bisa berlatih game. Dari modal hp pinjaman itulah, ia rajin mengikuti berbagai kompetisi offline lokal hingga akhirnya sering keluar sebagai juara dan dilirik oleh tim profesional.

AHNAFEIEI Pro Player yang Tetap Juara Kelas

Menurut Rayi Rahman Hakim, selaku Coach Borneo Hilang Arah, jajaran pelatih saat ini memang aktif berburu talenta muda yang memiliki potensi besar. Langkah Ahnaf membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi pro player.

Menariknya, kalau dianalisis, kunci utama Ahnaf mendapat green light penuh dari orang tuanya untuk berkarier di dunia game adalah keseimbangan. Di tengah padatnya jadwal latihan tim yang super ketat, Ahnaf tetap mampu menjaga performa akademiknya di sekolah dengan sangat konsisten, yaitu selalu masuk dalam peringkat 10 besar di kelasnya. Prinsip inilah yang membuatnya mendapat izin penuh untuk terus memoles bakat alaminya.

“Bisa 10 besar terus di sekolah, jadi diizinin buat main games. Apalagi sering ikut kompetisi offline juga dan menang,” ujar AHNAFEIEI di sela acara Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall di GSP UGM, Minggu (12/7/2026).

Masa Depan Cerah Dunia Esport Indonesia

Fenomena ini juga mendapat perhatian dari Ahmad Fadhli Masturoh, pelatih Free Fire dari ONIC Esports. Ia tidak menampik bahwa selama ini banyak pro player muda yang dinilai negatif karena dianggap bakal mengganggu kewajiban pendidikan mereka. Namun, stigma itu perlahan luntur seiring dengan potensi besar dan deretan prestasi nyata yang berhasil ditunjukkan oleh anak-anak ini di lapangan.

Kehadiran sosok inspiratif seperti Ahnaf di turnamen skala besar menegaskan bahwa skena kompetitif seperti FFNS berhasil menjadi ruang yang inklusif bagi pemain dari berbagai daerah untuk berkembang dan membangun karier mereka. Esport terbukti memiliki potensi serta masa depan yang sangat cerah. Helpful insight-nya, buat kamu yang ingin serius terjun ke dunia game, pastikan kamu bisa membuktikan tanggung jawabmu di dunia nyata terlebih dahulu seperti Ahnaf, ya.

Populer video

Berita lainnya