Mitty Zasia kembali merilis single terbarunya berjudul “Jujur Saja Arahnya Kemana” pada Jumat, 24 April 2026. Lagu ini menjadi pembuka menuju album ketiganya, sekaligus menandai arah baru yang lebih reflektif dalam perjalanan musikalnya.
Di tengah tren musik independen yang cenderung hadir dengan konsep matang, Mitty justru mengambil pendekatan berbeda. Ia tidak berangkat dari pesan besar yang dirancang sejak awal, melainkan dari hal yang lebih sederhana yaitu sebuah “Kebingungan”.
Berangkat dari Kebingungan, Bukan Kepastian
Secara lirik, “Jujur Saja Arahnya Kemana” berkembang seperti alur pikiran yang mengalir. Lagu ini dibuka dengan pertanyaan sederhana tentang hidup yang terasa singkat, namun penuh keraguan, termasuk soal tujuan yang belum tentu jelas. Selain itu, bahasa yang digunakan cenderung lugas. Mitty tidak banyak memakai metafora atau simbol. Justru karena itu, liriknya terasa lebih dekat, seperti percakapan dengan diri sendiri.
Pengulangan frasa “jujur saja” menjadi salah satu elemen penting. Tidak hanya sebagai penegasan, frasa tersebut juga mencerminkan sikap untuk melepaskan jawaban-jawaban yang terasa dipaksakan, lalu menggantinya dengan pengakuan yang lebih apa adanya.
Proses Dalam Pembuatan Lagu.
Menariknya, dalam press rilis yang penulis terima dalam lagu ini juga mulai menyentuh fenomena yang lebih luas. Ada kejenuhan terhadap kebiasaan mengamini kutipan motivasi, serta kegelisahan melihat kehidupan orang lain di ruang digital yang sering ditampilkan sepihak.
Meski mengangkat isu tersebut, Mitty tidak menyampaikannya secara menghakimi. Sebaliknya, ia memilih pendekatan reflektif yang terasa dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Pada bagian pre-chorus, kontras antara citra dan realita menjadi semakin jelas. Ada benturan antara apa yang terlihat di permukaan dan apa yang sebenarnya dirasakan, sesuatu yang sering terjadi, tetapi jarang diungkapkan secara terbuka.
Sementara itu, bagian chorus menjadi puncak emosi lagu. Mitty merangkum keresahan yang dibangun sejak awal yaitu kesadaran bahwa semua orang sedang berusaha, tetapi perasaan tersesat tetap tidak bisa dihindari. Di tengah intensitas tersebut, lagu ini juga menghadirkan ruang reflektif. Mitty menempatkan kebingungan dan ketidaktahuan sebagai bagian dari proses, bukan sesuatu yang harus dihindari.
Penanda Arah Baru Mitty Zasia
Secara keseluruhan, lagu ini tidak menawarkan resolusi. Tidak ada jawaban pasti di akhir, dan justru di situlah kekuatannya. “Jujur Saja Arahnya Kemana” menjadi ruang untuk berhenti sejenak, sekaligus mengakui bahwa tidak tahu arah bukan berarti tidak berjalan.
Selain itu, lagu ini juga menandai perubahan warna musik Mitty. Jika sebelumnya ia dikenal dengan nuansa yang lebih terang dan enerjik, kali ini ia memilih pendekatan yang lebih tenang dan dalam. Aransemen terasa lebih sederhana dan memberi ruang, menyesuaikan dengan emosi yang dibawa oleh lirik.
“Jujur Saja Arahnya Kemana” kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital. Lirik videonya juga tersedia di kanal YouTube resmi Mitty Zasia.