Tagar #QuitGPT Viral Setelah OpenAI Kerja Sama dengan Militer AS

Pict by Pinterest

Celebrithink.com – Dunia kecerdasan buatan di Amerika Serikat lagi diguncang gempa hebat! Muncul gerakan boikot masif yang menggaungkan tagar #QuitGPT di berbagai media sosial. Masalahnya serius banget: OpenAI dikabarkan menjalin kemitraan strategis dengan United States Department of Defense alias Departemen Pertahanan AS.

Sontak, kabar ini bikin jutaan pengguna panik. Banyak yang khawatir kalau teknologi AI yang biasanya kita pakai buat nugas atau kerja, bakal disalahgunakan buat kepentingan militer, senjata, sampai pengawasan massal yang melanggar privasi.

Eksodus Massal Pengguna Berbayar
Nggak cuma sekadar protes di medsos, aksi ini berdampak nyata ke dompet perusahaan. Sejak isu ini meledak di Maret 2026, laporan media menyebutkan lebih dari 2,5 juta pengguna sudah memutus langganan mereka. Angka ini jadi salah satu penurunan pengguna tercepat dalam sejarah layanan AI populer.

Claude Jadi “Pelarian” Baru?
Di saat OpenAI lagi kena sentimen negatif, kompetitornya yaitu Claude dari Anthropic justru ketiban durian runtuh. Claude ngalamin lonjakan pengguna baru yang gila-gilaan. Alasannya simpel: Anthropic secara tegas menyatakan kalau mereka nggak bakal terlibat dalam proyek atau kerja sama militer.

Situasi ini memicu debat panjang soal di mana sih batas aman penggunaan AI? Apakah teknologi ini boleh jadi “tangan kanan” lembaga pertahanan, atau harus tetap jadi alat bantu sipil yang netral? Yang jelas, fenomena ini ngebuktiin kalau transparansi dan etika sekarang jadi poin utama yang diperhatiin pengguna dalam milih asisten digital mereka.

Populer video

Berita lainnya