Celebrithink.com – Ramadan bukan cuma soal menahan lapar, tapi juga soal sharing and caring. Salah satu “gong” penyempurna ibadah kita adalah zakat fitrah. Ibadah mahdhah ini punya nilai sosial yang tinggi banget: memastikan nggak ada saudara kita yang kelaparan saat Lebaran tiba. Tapi, sudahkah kamu tahu berapa hitungan pastinya tahun ini? Yuk, bedah aturannya biar nggak bingung!
Siapa yang Kena Kewajiban Ini?
Landasannya jelas ada di Surah al-Thalaq ayat 7. Intinya, zakat fitri diwajibkan bagi muslim yang punya “kelapangan rezeki”. Definisinya simpel: kalau pada malam Idulfitri kamu punya kelebihan harta setelah memenuhi kebutuhan pokok diri dan keluarga, maka kamu sudah sah jadi muzaki (pemberi zakat).
Dari Satu Sha’ ke 2,5 Kilogram
Dulu di zaman Rasulullah SAW, takaran yang digunakan adalah satu sha’. Karena sha’ adalah ukuran volume (bukan berat), para ahli melakukan konversi agar lebih mudah dipahami di masa sekarang.
Berdasarkan kajian mendalam, satu sha’ gandum setara dengan 2.167 gram. Namun, untuk prinsip kehati-hatian (ihtiyath), ukurannya digenapkan menjadi ± 2,5 kilogram. Di Indonesia, karena makanan pokok kita adalah beras, maka zakatnya dibayarkan dengan beras kualitas terbaik yang biasa kita konsumsi sehari-hari.
Bayar Pakai Uang? Ini Cara Hitungnya!
Biar lebih praktis, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan bahwa zakat fitrah boleh dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan harga 2,5 kg beras. Ini memberikan fleksibilitas buat penerimanya (mustahik) untuk membeli kebutuhan yang lebih spesifik.
Simulasi Hitungan
Misalnya, harga beras yang biasa kamu makan adalah Rp11.500/kg, maka:
Per orang: 2,5 kg x Rp11.500 = Rp28.750
Keluarga (misal 6 orang): 6 x Rp28.750 = Rp172.500
**Catatan: Pastikan kamu cek harga pasar beras terbaru di daerahmu ya!
Kelola Secara Profesional
Agar zakatmu beneran sampai ke tangan yang tepat dan dikelola secara transparan, sangat disarankan untuk menyalurkannya melalui lembaga amil zakat yang kredibel. Dengan sistem pendataan yang profesional, zakatmu nggak cuma jadi “simbol”, tapi beneran jadi solusi buat membersihkan harta dan jiwa.