Celebrithink.com – Suntikan motivasi luar biasa dari kisah Sastia Prama Putri, seorang ilmuwan diaspora kebanggaan Indonesia yang membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk tetap berbakti pada tanah air. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Sastia membagikan perjalanan hidupnya yang sudah menetap di Jepang selama kurang lebih 21 tahun. Kisah suksesnya bermula saat ia lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2004 dan memutuskan untuk langsung mengambil peluang menjadi trainee di Negeri Sakura. Perjalanan panjang tersebut tidak hanya menempa kemampuannya sebagai peneliti, tetapi juga mengubahnya menjadi sosok yang sangat menginspirasi banyak orang.
Kontribusi Nyata dari Negeri Sakura
Meski berkarir jauh di negeri orang, fokus penelitian dan aktivitas Sastia justru sangat kental dengan napas Indonesia. Salah satu pencapaiannya yang paling ikonik adalah keberhasilannya dalam membantu pangan tradisional tempe agar semakin mendunia lewat berbagai sentuhan inovasi risetnya. Tidak berhenti sampai di situ, kepakaran Sastia juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi tanah air, di mana ia mampu berperan dalam meningkatkan ekspor berbagai komoditas prioritas Indonesia untuk menembus pasar Jepang yang sangat kompetitif. Selain kontribusi fisik dan ekonomi, Sastia juga menanamkan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia dengan mendidik puluhan mahasiswa asal Indonesia di Jepang yang nantinya dipersiapkan untuk kembali dan membangun tanah air.
Mendefinisikan Ulang Makna Nasionalisme
Cerita hidup Sastia Prama Putri ini diharapkan bisa menjadi pemupuk rasa nasionalisme yang lebih dalam bagi kita semua yang membacanya. Pelajaran berharga yang bisa kita petik adalah bahwa sebuah kemajuan bangsa bukan hanya bergantung pada negaranya semata, melainkan sangat ditentukan oleh sikap, rasa tanggung jawab, serta kontribusi nyata kita sebagai warganya. Dimanapun kita berpijak, entah itu di dalam maupun di luar negeri, kesempatan untuk memberikan dampak positif bagi Indonesia selalu terbuka lebar selama kita memiliki tekad yang kuat. Sastia telah membuktikannya, kini giliran kita untuk meneruskan semangat kontribusi tersebut dalam bidang kita masing-masing.