John Tobing, Sosok di Balik Lagu Darah Juang Tutup Usia

Pic by Youtube

Celebrithink.com – Dunia musik dan gerakan aktivisme Indonesia baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya. John Tobing, musisi sekaligus aktivis yang menciptakan lagu legendaris “Darah Juang”, meninggal dunia pada Rabu malam (25/2/2026) pukul 20.00 WIB di RSA UGM, Yogyakarta.

Kabar ini tentu bikin banyak orang merasa kehilangan, terutama mereka yang pernah turun ke jalan menyuarakan keadilan. John Tobing bukan sekadar musisi; ia adalah simbol perlawanan lewat nada.

Sosok di Balik Himne Mahasiswa

Lahir pada 1 Desember 1965, John Tobing dikenal luas berkat karya monumentalnya, “Darah Juang”. Bagi generasi 98, lagu ini adalah “lagu wajib” yang membakar semangat saat menuntut reformasi. Menariknya, daya magis lagu ini nggak pernah pudar. Sampai saat ini, aksi demonstrasi mahasiswa dari berbagai generasi selalu terasa kurang lengkap kalau belum mengumandangkan lirik-lirik emosionalnya.

Pic by Anang Istiawan

Berjuang Melawan Sakit

Menurut Anang Istiawan, salah satu kerabat dekat almarhum, John Tobing sudah berjuang melawan penyakit stroke sejak beberapa bulan terakhir. Beliau menjalani perawatan intensif di RSA UGM hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya semalam.

Kepergian John Tobing meninggalkan warisan yang mendalam. Ia membuktikan bahwa sebuah karya seni bisa menjadi penggerak massa dan pengingat akan perjuangan rakyat kecil. Bagi kita yang sering mendengar lirik “Di sini negeri kami, tempat padi terhampar…”, sosok John akan selalu hidup dalam setiap kepalan tangan yang terangkat ke udara.

Populer video

Berita lainnya