Celebrithink.com – Kalau kamu lagi jalan-jalan ke Jogja, sempatkan mampir ke Pasar Ngasem. Di antara deretan penjual makanan, ada satu aroma manis-gurih yang khas dan pasti bikin kamu menoleh: Apem Beras. Jajanan tradisional ini bukan sekadar camilan biasa, tapi punya nilai sejarah dan filosofi yang mendalam banget, lho!
Lebih dari Sekadar Camilan, Ada Makna ‘Afuum’
Tahu nggak sih, ternyata nama “Apem” itu berasal dari bahasa Arab, yaitu afuum atau affuwun yang artinya ampunan. Dalam tradisi masyarakat Jawa, menyajikan apem adalah simbol filosofis untuk memohon ampunan kepada Sang Pencipta.
Itulah alasan kenapa apem nggak pernah absen di ritual-ritual penting, mulai dari syukuran kehamilan, pernikahan, sampai upacara kematian. Bagi warga DIY, apem adalah perwujudan doa yang bisa dimakan. Deep banget, ya?
Legend Sejak 90-an: Apem Beras Bu Wanti
Salah satu spot paling recommended buat nyobain apem autentik adalah Apem Beras Bu Wanti di Pasar Ngasem. Usaha ini sudah eksis sejak tahun 1990-an dan sekarang dikelola oleh generasi kedua. Kerennya lagi, mereka tetap konsisten menjaga cita rasa dengan cara pembuatan tradisional.
Di sini, apem dimasak menggunakan cetakan jadul dengan bahan bakar arang. Teknik ini bikin tekstur apemnya pas—lembut di dalam tapi punya aroma smoky yang khas di luar. Nggak heran kalau apem ini jadi buruan utama para wisatawan yang ingin merasakan vibe Jogja yang sesungguhnya.
Harga Kantong Pelajar, Rasa Juara!
Meski sudah melegenda dan jadi kuliner ikonik, kamu nggak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Satu buah apem beras hangat di sini dibanderol cuma Rp4.000,00 saja! Harga yang sangat affordable buat kamu yang pengen sarapan ala warga lokal atau sekadar hunting konten kuliner tradisional yang tetap eksis di tengah gempuran jajanan kekinian.
Jadi, kalau besok main ke area Keraton atau Taman Sari, jangan lupa belok sebentar ke Pasar Ngasem. Rasakan sendiri sensasi makan “doa” yang manis dan gurih ini.