Celebrithink.com – Siapa yang tiap Minggu pagi auto-standby di depan TV sambil nungguin lagu “Aku ingin begini, aku ingin begitu…”? Kabar kurang sedap lagi trending nih buat para pecinta nostalgia. Serial anime legendaris Doraemon yang sudah menghiasi layar RCTI sejak 9 Desember 1990, kabarnya berhenti tayang.
Ini beneran plot twist yang bikin sedih, mengingat Doraemon bukan cuma sekadar kartun, tapi sudah jadi comfort watch lintas generasi di Indonesia.
Dari TVRI Hingga Jadi Ikon RCTI
Flashback dikit, petualangan Nobita dkk ini sebenarnya sudah mendarat di Indonesia sejak 1979 lewat TVRI. Baru pada Desember 1990, Doraemon resmi pindah ke RCTI. Menariknya, di tahun 2024 lalu, frekuensi tayangnya sempat naik jadi setiap hari, bukan cuma akhir pekan. Tapi sayangnya, belakangan ini sosok robot kucing dari masa depan ini justru menghilang dari peredaran.
Kenapa Doraemon Berhenti Tayang?
Publik lagi bertanya-tanya: ini cuma hiatus sementara atau emang sayonara permanen? Ada beberapa faktor logis yang mungkin jadi penyebabnya:
- Masalah Lisensi & Hak Siar: Urusan kontrak konten internasional itu ribet dan mahal. Bisa jadi ada pembaruan kontrak yang belum deal.
- Perubahan Strategi Program: Stasiun TV sekarang lebih heavy ke sinetron atau talent show yang dianggap lebih menjual secara rating iklan ke audiens dewasa.
- Gempuran YouTube & OTT: Jujur aja, anak-anak zaman sekarang lebih pilih nonton di tablet daripada nunggu jam tayang TV. Pola konsumsi ini bikin kartun di TV makin terpinggirkan.
Masa Depan Kartun di TV Nasional
Kehilangan Doraemon di layar kaca itu tanda kalau TV konvensional lagi di ujung tanduk buat urusan konten anak. Kalau strategi “bungkus” ini terus berlanjut tanpa ada inovasi konten animasi yang baru, bukan nggak mungkin memori Minggu pagi bakal bener-bener punah.
Sampai sekarang, kita masih nunggu konfirmasi resmi apakah Doraemon bakal balik lagi. Keep your head up, jangan sampai kantong ajaibnya hilang dari kenangan kita!