Celebrithink.com – Aksi yang diadakan Suara Ibu Yogyakarta di Bundaran UGM, Sleman, Jumat (13/2/2026) ini berbeda. Selain berkaraoke sembari menyuarakan kegelisahan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam aksi “Karaoke WNI Mumet”, mereka juga melakukan unboxing MBG yang diterima oleh anak-anak mereka yang masih bersekolah.
Penasaran isinya apa? Dalam satu kantong MBG yang diberikan isinya telur asin, roti, dan jeruk. Kantong MBG kering yang lain isinya roti, kacang, susu, dan apel. Peserta aksi pun ada yang berteriak “harganya nggak sampai Rp 10 ribu itu”.
Salah satu peserta aksi, Widya mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kegelisahan terhadap kebijakan pemerintah. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, berbagai kebijakan negara justru menambah beban hidup warga, terutama kelompok paling rentan.
“Pemangkasan anggaran dan realokasi anggaran untuk program MBG berdampak langsung pada dua pilar utama kesejahteraan warga yakni pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Aksi “Karaoke WNI Mumet” ini, lanjutnya, bukan sekadar peristiwa bernyanyi di ruang publik. Ini adalah pernyataan bahwa suara warga tidak bisa dibungkam oleh tekanan. “Ini adalah cara kami merawat kewarasan di tengah kebijakan yang melukai. Dan lebih dari itu, ia adalah pengingat bahwa demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh ketika negara mau mendengar bukan menekan suara rakyat,” jelasnya.
Song list yang mereka nyanyikan dalam aksi ini di antaranya “Di Udara”-nya Efek Rumah Kaca dan lagu milik Feast. berjudul “Kami Belum Tentu”.