Celebrithink.com – Pernah nggak sih kamu beli produk digital, ekspektasinya dapet panduan praktis biar langsung jago, eh pas dibuka isinya malah teori panjang lebar yang bikin ngantuk? Fix, kamu mungkin salah pilih antara eBook atau Playbook.
Banyak banget orang (terutama yang baru mau terjun ke dunia digital product) yang nganggep keduanya itu sama aja. Padahal, secara fungsional, keduanya punya “vibe” yang beda 180 derajat. Biar kamu nggak makin bingung dan bisa milih mana yang paling worth it buat kamu, mari kita bedah satu per satu!
- eBook: Si Tukang Cerita (The Context Provider)
eBook itu ibaratnya buku konvensional yang dipindahin ke format digital (PDF atau EPUB). Fokus utamanya adalah transfer knowledge.
Vibes-nya: Informatif, mendalam, dan teoritis.
Tujuannya: Biar kamu PAHAM tentang suatu topik secara menyeluruh. Misalnya, kamu baca eBook tentang “Sejarah Kopi di Indonesia”. Kamu bakal tau jenis-jenisnya, asalnya dari mana, tapi kamu nggak diajarin cara bikin kedai kopinya langkah demi langkah.
Kapan kamu butuh? Pas kamu emang lagi pengen belajar konsep dasar atau pengen dapet insight baru dari pemikiran seseorang secara mendalam.
- Playbook: Si Paling Praktek (The Action Taker)
Nah, kalau Playbook itu beda cerita. Namanya aja udah “Play”, berarti ada strategi yang harus dijalankan. Playbook itu lebih ke arah manual book atau SOP (Standard Operating Procedure) yang bisa langsung dieksekusi.
Vibes-nya: Straight to the point, ada checklist, ada template, dan super teknis.
Tujuannya: Biar kamu BISA ngelakuin sesuatu saat itu juga. Contohnya, “Playbook Strategi Konten TikTok 30 Hari”. Isinya nggak bakal bahas sejarah TikTok, tapi langsung: Day 1 lakuin ini, Day 2 edit pake cara ini, Day 3 upload jam segini.
Kapan kamu butuh? Pas kamu udah nggak butuh teori lagi dan pengen langsung dapet hasil nyata (results-driven) tanpa harus mikir keras lagi.
Jadi, Mana yang Lebih Menghasilkan Cuan?
Kalau kamu seorang content creator atau solopreneur, jualan Playbook biasanya punya harga jual (perceived value) yang lebih tinggi. Kenapa? Karena orang jaman sekarang itu cenderung pengen serba instan. Mereka pengen sesuatu yang bisa langsung di-copy-paste ke bisnis atau kerjaan mereka tanpa harus meraba-raba lagi.
Sedangkan eBook biasanya lebih cocok buat branding atau lead magnet (produk gratisan buat dapetin email/nomor WA) karena fungsinya sebagai edukasi awal.
Kenali Kebutuhan Kamu!
Jangan sampe kamu beli eBook pas kamu lagi butuh tutorial praktis, nanti malah jadi shelfware (cuma menuh-menuhin memori HP doang). Sebaliknya, jangan cari Playbook kalau kamu belum paham konsep dasarnya sama sekali, nanti malah bingung kenapa langkah-langkahnya begitu.
Pahami bedanya, tentukan tujuan kamu, dan stop salah kaprah! Produk digital itu investasi leher ke atas, jadi pastiin kamu beli “senjata” yang tepat buat “perang” di industri kamu masing-masing.