Media sosial sedang dihebohkan dengan pengakuan seorang pria yang mengklaim dirinya adalah anak dari salah satu miliarder Indonesia. Pria yang mengaku bernama Bobby Satria ini menyatakan bahwa ia adalah putra bos perusahaan air minum terkenal di Indonesia.
Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok @bobbysaputra, ia memperkenalkan dirinya sebagai Bobby dan mengklaim bahwa keluarganya adalah pemilik perusahaan air minum tersebut. “Nama saya Bobby, keluarga saya pemilik Aqua,” katanya dalam bahasa Inggris, sebagaimana dikutip pada Rabu (5/5/2024).
Di video lain yang diunggah di akun yang sama, pria ini mengungkapkan bahwa nama lengkapnya adalah Bobby Saputra dan memperlihatkan rumah mewah yang katanya dibangun oleh ayahnya sejak tahun 1923. “Nama saya Bobby Saputra, ayah saya membangun rumah ini pada 1923,” ujarnya sambil menunjukkan bagian rumah mewah itu.
Bobby kemudian menyatakan bahwa ayahnya memiliki kekayaan yang tak terbatas. “Karena ayah saya punya uang tak terbatas,” ucapnya. Namun, ternyata Bobby Saputra hanyalah persona yang diciptakan oleh seseorang bernama Ben untuk kebutuhan konten di media sosial.
Ben, yang menjadi sosok di balik video viral tersebut, adalah seorang keturunan Indonesia-China yang tidak tinggal di Indonesia. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Bule-GoVlog, Ben mengungkapkan, “Saya Chindo, tapi tidak dari Indonesia. Saya tumbuh sebagai orang Eropa. Saya dibesarkan di Jerman dan Inggris.” Ia menambahkan, “Orang tua saya keduanya adalah China-Indonesia. Tapi mereka dibesarkan di Eropa. Saya 100 persen orang Eropa.”
Ben awalnya membuat konten di media sosial yang berfokus pada kuliner dan review makanan Indonesia. Namun, sosok Bobby Saputra diciptakan hanya untuk hiburan dan tidak ada hubungannya dengan klaim sebagai anak pemilik perusahaan air minum terkenal tersebut.
Dengan pengakuan Ben ini, jelas bahwa Bobby Saputra adalah karakter fiktif yang dirancang untuk menarik perhatian di media sosial. Meskipun demikian, kisah ini sempat menarik perhatian banyak pengguna media sosial yang percaya pada klaim-klaim fantastis tersebut.
Kisah Bobby Saputra menjadi bukti betapa mudahnya informasi palsu menyebar di media sosial dan mengingatkan kita untuk selalu memeriksa kebenaran dari setiap informasi yang kita terima. Sementara itu, Ben melanjutkan aktivitasnya sebagai kreator konten, kini dengan pemahaman bahwa pengakuan-pengakuan sensasional di media sosial bisa membawa dampak yang tak terduga.