Celebrithink.com – Ada aroma yang tidak biasa tercium di Kota Tua bulan ini. Bukan rempah dari dapur Peranakan yang selama ini identik dengan House of Tugu Jakarta, melainkan wangi bambu yang perlahan terbakar, membawa cerita dari pesisir Manggarai di ujung timur Nusantara, sebuah daerah yang lebih sering dikenal lewat komodo dan kapal layar daripada dapurnya sendiri. Jajaghu Restaurant dan Babah Koffie by Kawisari resmi terpilih sebagai merchant Indonesia Restaurant Month 2026, sebuah pengakuan yang sejalan dengan misi House of Tugu Jakarta dalam mengangkat kekayaan kuliner Nusantara.
Tujuannya adalah House of Tugu Jakarta, hotel heritage di jantung Kota Tua yang masuk dalam daftar TIME’s World’s Greatest Places 2026. Di rumah ini tersimpan koleksi benda antik dan artefak yang dikumpulkan keluarga Tugu selama lebih dari 20 tahun, dan dua dapurnya membawa naluri yang sama dalam mengumpulkan cerita ke meja makan. Jajaghu adalah rumah bagi gastronomi Indonesia modern, sedangkan Babah Koffie by Kawisari jauh lebih dari sekadar kedai kopi, menyajikan menu Peranakan yang sangat otentik bersama kopi specialty dari Kawisari, perkebunan kopi tertua di Jawa yang berdiri sejak 1845 dan dimiliki Tugu, dengan Robusta yang meraih penghargaan sebagai Medium Dark Roast terbaik dunia di AVPA Paris. Setiap menu bulanan diperlakukan sebagai satu koleksi baru yang layak menghuni rumah ini.
Bambu Bakar King Prawn Manggarai mengambil inspirasi langsung dari pesisir yang menjadi namanya. Udang dibumbui rempah yang berasal dari dapur pesisir Manggarai, dimasukkan ke dalam bambu, lalu dibakar di atas api hingga bambunya ikut menghitam. Hidangan ini disempurnakan dengan sambal khas pesisir dan perasan jeruk hutan asli Manggarai.
“Manggarai bukan daerah yang biasanya terpikir untuk dipesan, dan justru karena itu kami ingin memulai dari sana, sebab masih ada banyak peta Indonesia yang belum pernah dicicipi para tamu kami ,” ucap Shafa Haura, Representative of House of Tugu Jakarta.
Menu bulan ini juga menjadi kontribusi House of Tugu Jakarta untuk Indonesia Restaurant Month 2026, program kuliner nasional yang diselenggarakan Priceless by Mastercard bersama Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG), program unggulan kuliner Kementerian Pariwisata di bawah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Selama ini, gastronomi Indonesia belum mendapatkan tempat yang layak di panggung dunia. WIG 2026, yang digelar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, dan Bali dengan tema From Local Roots to Global Recognition, hadir untuk mengubah hal tersebut, dan House of Tugu Jakarta bangga ikut menunjukkan kekayaan Indonesia kepada dunia.Pilihan ini mengikuti tradisi yang sudah lama dijaga Tugu Group. Indonesia Cultural Dining Series (ICDS) adalah cara Tugu membagikan sejarah romantis Nusantara yang nyaris terlupakan, dibangun dari resep yang diriset mendalam dan dihadirkan sebagai pengalaman budaya teatrikal yang tidak bisa ditemukan di tempat lain di dunia. Royal Tugudom menceritakan kembali bagaimana Raja Hayam Wuruk pada abad ke-14 menyatukan kepulauan Nusantara di bawah Majapahit, lewat iring iringan penabuh genderang dan prajurit Majapahit, kereta berukir berhias rangkaian daun kelapa, serta para penari.
The Spice Odyssey menelusuri sejarah rempah yang membentuk perjalanan bangsa, mulai dari kedatangan bangsa Portugis berabad abad lalu untuk mencari rempah yang sangat berharga, kemudian VOC, hingga peperangan antarkerajaan dan para pedagang dari Tiongkok, Gujarat, dan berbagai penjuru dunia. Masih banyak lagi, dan menu bulanan House of Tugu Jakarta berangkat dari rasa penasaran yang sama, memperlakukan setiap daerah sebagai cerita yang layak dihadirkan di meja makan.