Celebrithink.com – Liu Xiening tidak hanya mengenakan seragam pilot ketika memerankan Ruan Sixian dalam drama China Blossom Through the Cloud. Berdasarkan sejumlah materi di balik layar dan pemberitaan media China, ia juga mempelajari dasar-dasar penerbangan serta berlatih menggunakan simulator untuk mendalami perannya.
Sina News, yang memuat materi mengenai proses produksi drama ini, melaporkan bahwa Liu Xiening telah mempelajari cara menerbangkan pesawat sebelum memasuki lokasi syuting. Persiapannya mencakup latihan penerbangan dan pengenalan terhadap berbagai prosedur di kokpit.
Upaya tersebut dibutuhkan karena Blossom Through the Cloud tidak hanya menggunakan dunia penerbangan sebagai latar kisah cinta. Perjalanan Ruan Sixian dari pramugari yang menyimpan cita-cita menjadi pilot merupakan bagian penting dari cerita.
Belajar sebelum memasuki kokpit
Ruan Sixian pertama kali diperkenalkan sebagai pramugari Hengshi Airlines yang ingin mengikuti program pelatihan internal untuk menjadi pilot. Namun, perubahan kebijakan perusahaan membuat program tersebut dibatalkan.
Ia kemudian mencoba memperjuangkan kesempatan itu dengan menemui Fu Mingyu, eksekutif maskapai yang diperankan Wei Zheming. Pertemuan tersebut justru menimbulkan kesalahpahaman dan membuat Ruan Sixian memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya.
Alih-alih menyerah, ia masuk sekolah penerbangan dan menempuh jalannya sendiri. Tiga tahun kemudian, Ruan Sixian kembali sebagai salah satu lulusan terbaik yang diperebutkan sejumlah maskapai.
Perubahan Ruan Sixian dari pramugari menjadi pilot tidak cukup ditampilkan melalui pergantian seragam. Liu Xiening perlu memperlihatkan perkembangan karakter tersebut melalui sikap, cara berkomunikasi, dan ketenangannya ketika berada di dalam kokpit.
Sejumlah pemberitaan China menyebut Liu Xiening mengikuti latihan simulator dan mempelajari prosedur penerbangan sebelum menjalani syuting. Sina juga memuat materi yang menyebut bahwa latihan tersebut sempat membuat tenaga teknis produksi terkejut karena Liu Xiening telah memiliki pemahaman dasar ketika memasuki lokasi pengambilan gambar.
Produksi drama ini juga disebut memperoleh dukungan teknis dari Capital Airlines. Keterlibatan tenaga profesional digunakan untuk membantu pemain dan kru memahami lingkungan kerja maskapai serta aktivitas di dalam kokpit.
Dunia penerbangan tidak hanya menjadi dekorasi
Persiapan tersebut membantu Liu Xiening menampilkan perjalanan Ruan Sixian secara lebih meyakinkan. Penonton tidak hanya melihat hasil akhirnya ketika ia menjadi pilot, tetapi juga proses yang harus dilewati untuk mendapatkan kepercayaan tersebut.
Ruan Sixian harus belajar, mengikuti pelatihan, menghadapi evaluasi, dan membuktikan kemampuannya dalam berbagai situasi. Ia juga harus menghadapi keraguan terhadap perempuan yang ingin berkarier sebagai pilot.
Namun, Ruan Sixian tidak digambarkan hanya menunggu seseorang membukakan jalan. Ketika kesempatan yang diharapkannya hilang, ia memilih mencari jalan lain untuk mencapai cita-citanya.
Tiga tahun kemudian, ia bertemu kembali dengan Fu Mingyu dalam posisi yang berbeda. Ruan Sixian bukan lagi pramugari yang meminta kesempatan kepada seorang eksekutif maskapai. Ia telah menjadi pilot berbakat yang justru ingin direkrut oleh perusahaan Fu Mingyu.
Hubungan keduanya kemudian berkembang melalui persaingan, kesalahpahaman, dan penghargaan terhadap kemampuan masing-masing.