Celebrithink.com – Masih ingat stigma bahwa anak muda Indonesia “malas membaca”? Kini, narasi tersebut perlahan runtuh. Berkat dorongan komunitas digital seperti BookTok dan Bookstagram, membaca buku telah bertransformasi dari aktivitas akademis yang membosankan menjadi tren gaya hidup yang sangat fresh dan diminati. Ini jadi kabar yang sangat menggembirakan bagi ekosistem literasi di tanah air.
Lonjakan Statistik yang Signifikan
Data dari Perpustakaan Nasional Indonesia menunjukkan tren positif yang konsisten. Indeks Antusiasme Membaca kita terus merangkak naik dalam empat tahun terakhir:
- 2020: 55,75%
- 2024: 72,44%
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari meningkatnya aksesibilitas dan kemasan konten buku yang semakin menarik bagi generasi masa kini.
Gen Z Jadi Garda Terdepan Literasi
Berdasarkan survei Jakpat di semester kedua 2025, Gen Z kini memegang kendali sebagai pembaca paling antusias dibandingkan generasi sebelumnya:
- Gen Z: 26%
- Milenial: 20%
- Gen X: 18%
Dominasi Gen Z ini membuktikan bahwa kehadiran platform media sosial tidak selalu menjauhkan anak muda dari buku. Sebaliknya, konten kreatif seperti review buku, aesthetic reading nook, hingga diskusi online di media sosial justru menjadi “gerbang masuk” yang efektif.
Toko Buku: Dari Gudang Kertas Jadi Ruang Sosial
Fenomena ini juga berdampak nyata pada toko buku fisik. Toko buku kini tidak lagi berfungsi sebagai tempat jual-beli semata, melainkan menjelma menjadi ruang sosialisasi. Kita bisa melihat banyak anak muda berkumpul di toko buku untuk berdiskusi, mengikuti book club, atau sekadar mencari konten untuk diunggah ke media sosial mereka. Membaca telah menjadi identitas sosial yang keren di mata mereka.