Celebrithink.com – Pernah nggak sih ngerasa mood berantakan banget, gampang tersinggung, atau bawaannya pengen marah terus tanpa alasan jelas? Jangan langsung nge-drop atau mikir yang aneh-aneh dulu. Sebuah riset terbaru dari Selandia Baru mengungkap fakta mengejutkan: gangguan emosional parah pada remaja ternyata bisa diperburuk oleh hal sepele, yaitu kekurangan asupan nutrisi alias mikronutrien dalam diet harian.
Riset Terbaru: Vitamin vs Mood Swing Parah
Psikolog klinis dari University of Canterbury, Julia Rucklidge, Ph.D., melakukan uji klinis terhadap 132 remaja yang mengalami iritabilitas (sifat mudah marah) tingkat menengah hingga berat. Beberapa di antaranya bahkan didiagnosa Disruptive Mood Dysregulation Disorder (DMDD).
Dalam penelitian ini, para remaja dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberikan mikronutrien (vitamin dan mineral) dosis tertentu, sementara kelompok lainnya hanya diberikan plasebo. Hasilnya? Kelompok yang rutin mendapat asupan nutrisi menunjukkan perbaikan temperamen dan kesehatan mental yang jauh lebih stabil.
Kenapa Remaja Butuh “Bensin” Nutrisi Lebih Banyak?
Mungkin kamu mikir, “Kan makananku sudah cukup?”. Tapi menurut Rucklidge, masalahnya bukan cuma soal kurang makan, tapi soal kebutuhan tubuh yang lagi tinggi-tingginya.
Saat kita lagi stres, banyak pikiran, atau masa pertumbuhan, sistem tubuh kita butuh dukungan ekstra. Ibarat HP yang lagi buka aplikasi berat, baterainya pasti lebih boros, kan? Begitu juga otak remaja. Masa remaja adalah fase di mana otak sedang mengalami “rekonstruksi” besar-besaran. Kalau asupan vitamin dan mineralnya kurang, ya wajar saja kalau emosi jadi gampang error.
Dampak Jangka Panjang Pola Makan Sembarangan
Jangan anggap remeh kebiasaan makan junk food atau sering skip makan sehat. Malnutrisi di usia dini bisa memicu komplikasi mental saat beranjak dewasa. Para ahli menekankan bahwa pola makan yang buruk punya hubungan erat dengan perkembangan masalah kesehatan mental pada kaum muda. Jadi, healing terbaik nggak cuma jalan-jalan, tapi juga mulai memperhatikan apa yang masuk ke piring kamu setiap hari.