MBG Bukan Solusi Tunggal, Simak Realita di Lapangan

Pic by Atmajaya

Celebrithink.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang punya niat mulia, tapi apakah benar ini satu-satunya jalan buat perbaiki gizi siswa? Dalam diskusi seru di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Selasa (10/3/2026), muncul fakta menarik dari riset Center of Economic and Law Studies (Celios). Ternyata, MBG dinilai bukan solusi tunggal, bahkan ada beberapa “efek samping” yang perlu kita waspadai.

Dilema MBG: Perbaikan Gizi vs Inflasi Pangan
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, mengungkapkan kalau program MBG di beberapa daerah justru ikut memicu kenaikan harga pangan. Kok bisa? Jadi, tingginya permintaan bahan baku untuk Dapur MBG bikin stok di pasar induk berkurang signifikan. Akibatnya, hukum pasar berlaku: demand tinggi, supply rendah, harga pun terbang.

Data menunjukkan harga beras di Jakarta melonjak dari Rp15.075 (2025) jadi Rp16.416 per kilogram di tahun 2026 ini. Begitu juga harga daging ayam yang kini menembus angka Rp40.000-an. Kondisi ini tentu bikin pelaku UMKM dan emak-emak di rumah pusing tujuh keliling.

Anak Tetap Jajan dan Risiko Keracunan
Nggak cuma soal ekonomi, implementasi di sekolah juga punya tantangan tersendiri. Fitri Nur Hidayanti dari PGSI DIY menyebutkan, banyak siswa yang malah membawa pulang makanannya karena nggak cocok sama rasanya. Bumbunya kadang “ajaib”—ada yang hambar, ada yang terlalu nyengat.

Lebih miris lagi, meski sudah dapat makan gratis, anak-anak tetap jajan sembarangan pakai uang saku mereka. Belum lagi adanya kasus keracunan makanan yang jadi alarm keras buat pemerintah. Artinya, kualitas pengolahan dan pemilihan menu benar-benar harus diawasi ketat, bukan asal kenyang saja.

Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Bagi-bagi Makanan
Akademisi Atma Jaya, Aloysius Gunadi Brata, menegaskan kalau MBG cuma bakal efektif kalau didukung ekosistem yang sehat. Gizi memang penting, tapi mobilitas sosial anak (peluang buat sukses di masa depan) lebih dipengaruhi oleh struktur keluarga, budaya kerja di lingkungan sekitar, dan akses pendidikan berkualitas.

Celios menyarankan agar pemerintah melakukan rasionalisasi kebijakan. Program seperti beasiswa pendidikan dan bantuan pangan berkelanjutan dinilai punya dampak lebih luas untuk kesejahteraan keluarga secara jangka panjang. Jadi, MBG harusnya jadi bagian dari strategi besar, bukan program tunggal yang dipaksakan sampai mengorbankan anggaran penting lainnya.

Populer video

Berita lainnya