Spesies Langka Baru Ditemukan di Aceh, Begonia Antoi

Pic bby Taiwania

Celebrithink.com – Kabar membanggakan sekaligus mengkhawatirkan datang dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Tim peneliti gabungan dari Universitas Samudra, BRIN, dan Royal Botanic Garden Edinburgh baru saja resmi mendeskripsikan spesies flora baru bernama Begonia antoi. Berdasarkan publikasi di jurnal Taiwania (2025), tanaman ini menambah daftar panjang kekayaan flora endemik Sumatera yang unik namun kondisinya sangat kritis.

Cantik dan Unik, Tapi Hanya Tersisa 10 Individu
Begonia antoi bukanlah tanaman sembarangan. Secara morfologi, herba kecil setinggi 11–13 cm ini memiliki estetika yang luar biasa: tangkai daun merah tua yang kontras dengan permukaan daun hijau keunguan di bagian atas dan merah berbulu di bagian bawah. Bunganya yang putih kemerahan muncul cantik dari ketiak daun.

Namun, di balik kecantikannya, tersimpan fakta yang menyedihkan. Spesies ini hanya ditemukan di satu populasi kecil di Samar Kilang, Bener Meriah, dengan jumlah kurang dari 10 individu yang tersisa di alam liar. Hal inilah yang mendorong para peneliti mengusulkan status Critically Endangered (CR) atau Sangat Terancam Punah sesuai kriteria IUCN.

Mengapa Penemuan Ini Penting?

Pusat Biodiversitas: Penemuan ini mempertegas Sumatera sebagai pusat keanekaragaman Begonia di Indonesia dengan total 34 spesies yang tercatat.

Fungsi Ekologis: Begonia berperan penting menjaga kelembapan tanah dan menjadi rumah bagi mikrohabitat serangga kecil di ekosistem hutan.

Urgensi Konservasi: Habitatnya di dataran rendah (180 mdpl) kini terhimpit oleh perluasan permukiman dan alih fungsi lahan pertanian. Jika tidak segera dilindungi, Begonia antoi bisa punah bahkan sebelum sempat dipelajari lebih dalam.

Penemuan di tanah Gayo ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa hutan Aceh masih menyimpan banyak rahasia ilmiah yang belum tereksplorasi. Melindungi habitat Begonia antoi bukan hanya soal menyelamatkan satu jenis tanaman, tapi menjaga keseimbangan ekosistem megabiodiversitas Indonesia yang kian rentan.

Populer video

Berita lainnya