Marketing Tip: Jangan Jadi “Ghoster” yang Datang Cuma Pas Ada Promo

Pict by Unsplash

Celebrithink.com – Pernah nggak sih kamu punya temen yang menghilang berbulan-bulan, tapi tiba-tiba nge-chat cuma pas mau minjem duit? Sebel, kan? Nah, banyak brand yang kelakuannya persis kayak gitu lewat newsletter mereka.

Kebanyakan brand cuma kirim newsletter pas ada kampanye besar atau diskon gede-gedean. Begitu promo kelar? Mereka langsung ghosting. Padahal, strategi kayak gini justru bikin hubungan sama audiens jadi terasa transaksional dan dingin.

Newsletter = Jembatan Frekuensi

Newsletter itu fungsinya bukan cuma buat jualan, tapi sebagai jembatan frekuensi. Tujuannya supaya brand kamu tetap ada di top-of-mind mereka tanpa harus terlihat seperti “pengemis transaksi”.

Gimana caranya supaya newsletter kamu nggak ngebosenin dan tetap relevan? Simak tipsnya:

  • Berbagi Value (Edukasi): Kalau kamu jualan skincare, kirim tips cara ngatasin jerawat pas cuaca panas, bukan cuma promo serumnya aja.
  • Storytelling: Ceritain behind the scene produk kamu atau kurasi tren yang lagi ramai. Audiens lebih suka baca cerita daripada dipaksa liat katalog.
  • Personal Connection: Gunakan bahasa yang lebih manusiawi. Jangan kayak robot yang cuma bisa bilang “Beli Sekarang!”.
  • Low-Pressure Engagement: Kasih kuis seru atau sekadar tanya kabar. Bikin mereka merasa jadi bagian dari komunitas, bukan cuma target pasar.

Stop Terlihat “Haus” Transaksi

Ingat, engagement yang sehat itu dibangun lewat konsistensi, bukan intensitas dadakan pas butuh duit. Dengan rutin kirim konten berkualitas (meskipun nggak ada promo), audiens bakal merasa lebih dihargai.

Efeknya? Pas nanti kamu beneran rilis promo, mereka bakal lebih excited dan nggak ragu buat belanja karena sudah punya trust sama brand kamu.

Jadi, jangan jadi brand yang cuma datang pas ada maunya, ya!

Populer video

Berita lainnya