Hari Pers Nasional, Lahir di Tengah Perjuangan

Pic by pexels

Celebrithink.com – Setiap tanggal 9 Februari, Indonesia merayakan Hari Pers Nasional (HPN). Bukan sekadar seremoni tahunan, momen ini adalah bentuk penghormatan bagi para insan pers yang sejak dulu menjadi pilar penting dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa.

​Tapi, tahukah kamu kenapa tanggal 9 Februari yang dipilih? Yuk, tarik napas sejenak dan lihat sejarah di baliknya.

​Lahir di Tengah Perjuangan

​Penetapan HPN didasarkan pada Keputusan Presiden RI No. 5 Tahun 1985. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta.

​Bayangkan situasinya: Indonesia baru saja merdeka, politik masih sangat labil, dan ancaman dari penjajah masih mengintai. Di masa itu, wartawan Indonesia punya peran “ganda”. Mereka bukan cuma pelapor berita, tapi juga:

  • Alat Perjuangan: Media cetak jadi satu-satunya cara membakar semangat rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.
  • Diplomat Informasi: Menjadi sarana komunikasi penting antara pejuang, pemerintah, dan masyarakat dunia.

​Profesi Bertaruh Nyawa

​Wartawan tempo dulu bekerja dengan idealisme tinggi. Mereka menghadapi tekanan politik yang luar biasa berat hingga ancaman keselamatan jiwa. Menjadi wartawan saat itu berarti siap bertaruh nyawa demi menyebarkan kebenaran. Nilai keberanian inilah yang menjadi akar dari profesi jurnalisme di Indonesia hingga saat ini.

​Relevansi di Era Digital 2026

​Di tahun 2026, tantangan pers tentu sudah berubah. Kalau dulu wartawan berjuang melawan peluru dan sensor, sekarang perjuangan bergeser melawan arus hoaks, algoritma, dan tantangan kecerdasan buatan.

​Namun, esensinya tetap sama: pers harus tetap menjadi “watchdog” atau pengawas yang kredibel bagi jalannya pemerintahan dan pelindung hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur.

​Selamat Hari Pers Nasional 2026! Teruslah menyuarakan kebenaran dan menjadi cahaya di tengah derasnya arus informasi.

Populer video

Berita lainnya