Celebrithink.com – Lelucon Kontroversial di Golden Globes 2025
Golden Globes 2025 menjadi sorotan setelah seorang komedian membuat lelucon kontroversial. Nikki Glaser, yang menjadi pembawa acara, menyindir Tuhan dalam pidatonya. Ia menyebut Tuhan berada di peringkat terendah dalam daftar “Globes Leaders.” Pernyataan ini langsung menuai reaksi negatif dari publik.
Glaser melanjutkan leluconnya dengan menyinggung agama Katolik. Ia tampil mengenakan kostum yang mengingatkan pada karakter dalam musikal “Wicked” sambil menyanyikan parodi lagu populer. Meski dimaksudkan sebagai komedi, banyak pihak menganggap tindakannya menghina kepercayaan religius.
Kebakaran Hebat Los Angeles dan Spekulasi Penyebabnya
Dua hari setelah acara Golden Globes, kebakaran besar melanda Los Angeles. Musibah ini membakar area seluas 100 km persegi, merenggut 11 nyawa, dan memaksa 180.000 warga mengungsi. Kondisi cuaca kering dan angin kencang memperparah situasi, menyebabkan ribuan bangunan hancur.
Namun, kebakaran ini memicu spekulasi di media sosial. Sebagian netizen mengaitkannya dengan penghinaan terhadap Tuhan di Hollywood, termasuk acara Golden Globes. Sebuah unggahan di platform X menyebutkan, “Ini bukan kebetulan. Tuhan tidak boleh dihina.” Unggahan tersebut menjadi viral, menarik perhatian hampir 2 juta pengguna.
Respons Netizen dan Perdebatan di Media Sosial
Narasi kebakaran sebagai “hukuman Tuhan” menimbulkan perdebatan. Sebagian besar netizen mengecam tindakan artis Hollywood yang dinilai tidak menghormati kepercayaan religius. “Jangan pernah menghina Tuhan,” tulis seorang pengguna.
Namun, beberapa pihak menganggap narasi ini tidak masuk akal. Mereka menekankan bahwa kebakaran disebabkan faktor alam, seperti cuaca ekstrem dan angin kencang. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan peristiwa Golden Globes dengan kebakaran tersebut.
Refleksi atas Kontroversi Golden Globes 2025
Golden Globes seharusnya menjadi ajang penghargaan untuk seni, bukan kontroversi. Lelucon yang menyentuh isu sensitif, terutama agama, perlu dipikirkan ulang. Sebagai publik figur, selebriti memiliki tanggung jawab untuk menjaga ucapan mereka di depan umum.
Musibah kebakaran Los Angeles juga menjadi pengingat betapa rentannya wilayah tersebut terhadap perubahan iklim. Upaya mitigasi bencana harus menjadi prioritas, tanpa terjebak dalam narasi yang tidak terbukti.