celebrithink.com Sulit menebak langkah The Jansen. Setelah perjalanan panjang sejak From Bogor to Japan (2016) hingga Durja Bersahaja (2024), band ini kembali dengan kejutan baru yaitu dengan lagu cinta pertama dalam diskografi mereka.
Single terbaru berjudul “bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)” resmi dirilis pada 29 April 2026. Sehari setelahnya, video lirik lagu ini juga hadir di kanal YouTube mereka dengan visual yang terinspirasi film Hong Kong era 90an, lengkap dengan lirik dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
Lagu ini menjadi pengantar menuju album kelima mereka, “Romantisasi Impulsif”, yang dijadwalkan rilis pada 22 Juli 2026 di seluruh platform digital.
“Ini pertama kali The Jansen dengan sengaja membikin lagu cinta,” ujar Adji dalam Pers Rilis yang penulis terima
Album ini sekaligus menjadi penutup trilogi yang sebelumnya dibuka lewat Banal Semakin Binal (2022) dan dilanjutkan dengan Durja Bersahaja (2024). Dalam fase terbaru ini, The Jansen yang kini digawangi Cinta Rama Bani Satria (Bani) dan Adji Pamungkas kembali mengeksplorasi arah musik yang berbeda.
Pintu Masuk ke Album “Romantisasi Impulsif”

Selama ini, The Jansen dikenal lewat lagu-lagu tentang keresahan anak muda, sindiran sosial, hingga romantisme yang pahit. Namun di lagu ini, mereka memilih jalur yang lebih terang-terangan dengan membahas jatuh cinta, kerentanan, dan kontradiksi perasaan.
Meski begitu, pendekatannya tetap tidak sepenuhnya manis. Ada ironi dan kegelisahan yang masih terasa kuat. Frasa wo ai ni (aku cinta padamu) diulang seperti mantra yang lebih terdengar sebagai upaya meyakinkan diri sendiri ketimbang pasangan.
Menurut Adji, lagu ini juga lahir dari pengamatan sederhana tentang bagaimana orang memperjuangkan cinta di tengah keterbatasan.
“Meski ini pengalaman pertama bikin lagu cinta, kami mau kasih perspektif berbeda. Bagaimana cara cinta bekerja di tengah kemiskinan yang mengintai?” jelasnya.
Alih-alih menjadi lagu cinta yang ringan, “bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni)” justru tetap membawa karakter khas The Jansen yang gelap, ironis, tapi jujur dan rapuh. Mereka menangkap realitas bahwa cinta sering kali berjalan beriringan dengan kondisi yang tidak ideal dan justru di situlah letak kejujurannya.
“Kami senang memulai dari sesuatu yang belum kami tahu akan ke mana,” kata Bani.
Menuju Perilisan Album dan Format Fisik
Dengan single pembuka yang berbeda dari kebiasaan mereka, The Jansen sekali lagi menunjukkan bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam formula lama. Album “Romantisasi Impulsif” akan tersedia secara digital pada 22 Juli 2026. Untuk rilisan fisik, The Jansen bekerja sama dengan dua label dari negara berbeda. CD dan vinyl akan dirilis oleh P-Vine Records, sementara format kaset akan digarap oleh Miles Records. Ketiga format ini akan menyusul setelah perilisan digital.