Belajar Menjadi “Anak-Anak” di Sekolah Ceria Timoho

Pic by Sekolah Ceria

Celebrithink.com – Di sebuah sudut Timoho, Yogyakarta, perayaan Hari Bumi (Earth Day) tahun ini tidak dirayakan dengan slogan-slogan kaku atau sekadar menanam pohon secara simbolis. Sekolah Ceria mengajak kembali ke fitrah manusia yang paling murni: Bermain.

Melalui instalasi botol plastik bekas yang disusun menjadi pohon dan guratan cat warna-warni di atas kain putih, para siswa Sekolah Ceria selama tiga bulan terakhir melakukan sebuah eksperimen filosofis yang mendalam. Mereka sedang mencoba menjawab satu pertanyaan besar: Bisakah kita, para dewasa, kembali memiliki benih kesadaran lingkungan layaknya anak-anak?

Bermain: Ruang Aman dan Imajinasi Adil

Bagi anak-anak Sekolah Ceria, bermain bukan sekadar mengisi waktu luang. Bermain adalah ruang aman—sebuah oase di tengah carut-marut dunia yang seringkali dipenuhi eksploitasi dan ketidakpedulian. Saat mereka tertawa dan menyuarakan pendapat tanpa takut dihakimi, mereka sedang mengimajinasikan dunia yang lebih berwarna dan adil.

Material botol plastik bekas dipilih bukan tanpa alasan. Ini adalah sebuah dialektika. Botol-botol itu mewakili tegangan antara yang kita anggap “indah” dan apa yang kita labeli sebagai “sampah”. Melalui karya ini, anak-anak menantang kita untuk bertanya: Mampukah kita berempati pada keberagaman di sekitar kita, bahkan pada hal-hal yang selama ini kita pinggirkan?

Merawat Bumi dengan Merawat Diri

Salah satu pesan paling menyentuh dari narasi ini adalah tentang kesadaran bahwa “Aku dan Alam tidak berbeda.” Selama ini, ego manusia sering melihat alam sebagai sesuatu yang berada di luar sana—objek untuk dikuasai. Namun, Sekolah Ceria mengingatkan bahwa Bumi ibarat Ibu yang melahirkan dan memberi rasa aman. Saat kita mulai merawat diri sendiri secara mental, emosional, fisik, dan jiwa, secara otomatis kita sedang merawat Bumi. Bumi adalah bagian dari tubuh kita sendiri.

Imajinasi Masa Depan

Bumi yang ingin kita tinggalkan untuk anak-anak bukan sekadar bumi yang “bersih”, tapi Bumi yang “bermain dengan penuh daya.” Bumi yang suaranya bisa terdengar bebas, seekspresif coretan cat anak-anak di atas kain putih.

Perayaan Earth Day di Sekolah Ceria Timoho bukan sekadar tentang daur ulang sampah, tapi tentang mendaur ulang cara pandang manusia terhadap kehidupannya sendiri.

Populer video

Berita lainnya