Bukan Sekadar Seru-seruan, Ternyata Bermain Adalah Hak Anak dalam Islam

Pic by Nano Banana

Celebrithink.com – Sering nggak sih kita ngerasa “gemes” atau malah keganggu pas lihat si kecil lagi asyik main sampai rumah berantakan? Eits, tahan dulu emosinya! Ternyata, aktivitas bermain itu bukan cuma soal hiburan, tapi bagian penting dari hak hidup dan tumbuh kembang anak dalam perspektif Islam.

Dalam pandangan Islam, anak-anak itu ibarat bibit tanaman yang lagi butuh perawatan ekstra biar bisa tumbuh alami dan bahagia. Nah, salah satu cara “menyiram” bibit ini adalah dengan menghormati dunia mereka, yaitu dunia bermain.

Belajar dari Teladan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah sosok yang paling paham gimana cara memperlakukan anak-anak dengan penuh kelembutan. Bayangin aja, beliau tetap sabar dan lembut bahkan ketika cucunya naik ke punggung beliau saat sedang salat.

Melansir dari laman Muhammadiyah.or.id lewat panduan Fikih Perlindungan Anak, ditegaskan kalau anak adalah amanah dari Allah yang punya hak buat tumbuh secara optimal. Di Muhammadiyah sendiri, seseorang dikategorikan anak-anak sampai usia 18 tahun. Jadi, selama fase ini, tugas kita adalah membangun fondasi keimanan dan akhlak lewat cara-cara yang menyenangkan, termasuk lewat bermain.

Mengapa Bermain Itu Krusial?
Masa kanak-kanak adalah fase emas untuk membentuk kepribadian. Lewat bermain, anak belajar banyak hal:

  1. Eksplorasi: Mengenal dunia di sekitarnya.
  2. Sosialisasi: Belajar cara berinteraksi dengan orang lain.
  3. Emosional: Melatih rasa bahagia dan empati.

Tuntunan ini menekankan pentingnya perlindungan menyeluruh. Kita dilarang keras menelantarkan kesejahteraan mereka atau membiarkan mereka tumbuh dalam kondisi yang lemah, baik secara fisik maupun mental.

Kesimpulan buat Ayah & Bunda
Jadi, kalau besok si kecil minta ditemenin main, ingatlah kalau itu adalah bagian dari pemenuhan hak mereka yang dijamin agama. Menjaga anak tetap bahagia lewat bermain adalah investasi terbaik buat masa depan mereka yang berintegritas.

Yuk, mulai sekarang kita lebih “chill” kalau lihat anak main, asalkan tetap dalam pengawasan dan bimbingan yang tepat!

Populer video

Berita lainnya