Celebrithink.com – Sebuah babak baru dalam sejarah keagamaan global telah dimulai. Archbishop Sarah Mullally secara resmi menjalankan peran sebagai Archbishop of Canterbury, pemimpin spiritual bagi sekitar 85 juta umat Anglikan di seluruh dunia.
Mengapa Momen Ini Sangat Bersejarah?
Meskipun secara legal beliau telah menjabat sejak Januari, upacara instalasi hari Rabu tersebut menandai awal simbolis dari pelayanannya. Kehadiran beliau sebagai perempuan pertama yang memegang jabatan tertinggi dalam Gereja Inggris ini bukan hanya sekadar tonggak sejarah, melainkan simbol perubahan besar bagi struktur kepemimpinan gereja yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Pesan Harapan di Tengah Tradisi
Di hadapan sekitar 2.000 jemaat yang memenuhi katedral, termasuk Perdana Menteri Inggris serta Pangeran dan Putri Wales, Archbishop Mullally menyampaikan khotbah perdana yang menyentuh.
Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya kekuatan harapan. Dengan penuh keyakinan, beliau mengutip kalimat yang menjadi fondasi pelayanannya:
“Nothing will be impossible with God.” (Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan).
Upacara yang kental dengan tradisi dan kesakralan ini menunjukkan betapa besar harapan yang diletakkan pada kepemimpinan beliau. Di tengah tantangan dunia modern, banyak pihak berharap kepemimpinan Archbishop Mullally akan membawa semangat baru, inklusivitas, dan harapan bagi seluruh komunitas Anglikan global.