“Conscious Unbossing” Alasan Gen Z Ogah Jadi Manajer

Pic by Nano Banana

Celebrithink.com – Dulu, naik jabatan jadi manajer adalah impian semua karyawan. Tapi di tahun 2026 ini, ceritanya beda total. Muncul fenomena bernama Conscious Unbossing, di mana para pekerja muda secara sadar menolak promosi ke posisi manajerial. Data menunjukkan sekitar 52% Gen Z nggak tertarik jadi middle manager. Kenapa, sih?

Manajer: Posisi “High Stress, Low Reward”
Banyak Gen Z yang menilai posisi atasan itu ibarat “sandwich”. Mereka terjepit di antara tuntutan bos besar dan keluhan tim di bawahnya. Sekitar 69% Gen Z menganggap posisi ini punya tingkat stres tinggi, tapi gajinya nggak sebanding dengan tanggung jawabnya. Alih-alih merasa keren, mereka justru ngeri melihat fenomena burnout yang dialami generasi sebelumnya.

Apa Itu Conscious Unbossing?
Biar nggak salah paham, conscious unbossing bukan berarti mereka malas atau nggak punya ambisi, ya. Ini adalah bentuk pendefinisian ulang kesuksesan. Berikut poin-poin pentingnya:

Menghindari Burnout: Posisi manajer menengah sering menuntut kesiagaan tinggi di luar jam kerja. Gen Z nggak mau waktu pribadinya dikerubungi chat kantor.

Work-Life Balance Jadi Prioritas: Gaji selangit nggak ada artinya kalau kesehatan mental hancur. Mereka lebih memilih hidup tenang dan punya waktu buat hobi.

Fokus pada Individual Contributor: Banyak anak muda lebih suka jadi ahli di satu bidang (specialist) dengan otonomi tinggi daripada harus ribet mengelola orang lain.

Kesehatan Mental Nomor Satu: Bagi mereka, hidup bermakna bukan berarti punya jabatan mentereng, tapi punya hati yang tenang.

Tantangan Buat Perusahaan
Fenomena ini jelas bikin pusing departemen HR. Perusahaan jadi kesulitan nyari calon pemimpin masa depan. Mau nggak mau, struktur kerja harus dirombak jadi lebih fleksibel agar posisi manajerial nggak lagi terlihat seperti “hukuman” bagi karyawan berprestasi.

Singkatnya, conscious unbossing adalah cara Gen Z bilang kalau mereka lebih sayang sama diri sendiri daripada sekadar gelar di kartu nama. Work to live, not live to work!

Populer video

Berita lainnya